Minggu, 14 Desember 2014

seminar nasional LIS education





Selasa, 4 Nopember 2014, Seminar nasional LIS Education dengan tema “Building New Competencies among LIS Professionalas” dan Call for Paper bertema “Kompetensi yang dibutuhkan Pustakawan Kedepan”. Acara ini diselerenggakan oleh Prodi Ilmu Perpustakaan S1 UIN Sunan Kalijaga bekerjasama dengan UPT Peprustakaan UIN Sunan Kalijaga, APPTIS, Badan Standarisasi Nasional (BSN) dan dihandle oleh anak-anak ALUS dan OMIP Liberty. Ada seratus orang lebih yang hadir dalam seminar ini. terdiri dari mahasiswa, utusan lembaga dan pemerhati.
Ada tiga pemateri pada acara kali ini; Ibu Dr. Nor Edzan Binti Che Nasir (Universiti Malaya), bapak Dr. H. Zulfikar Zen, M.A. (Universitas Indonesia), dan bapak Dr. Nurdin Laugu, M.A. (UIN Sunan Kalijaga). Sedangkan sebagai moderator adalah bapak M. Solihin Arianto, MLIS.
Sambutan Pertama dari Kaprodi IP S1 UIN Sunan Kalijaga, Dr. Hj. Sri Rohyanti Zulaikha, M.Si. Beliau menyampaikan terima kasih kepada semua pihak terlibat yang telah menyukseskan acara ini dan menyampaikan beberapa hal terkait seminar ini. Ibu Sri juga menyampaikan tentang klotokan (semacam mainan anak dari bambu yang menghasilkan bunyi ‘klotok-klotok’ bila diputar) yang merupakan pengganti applause. Klotokan ini merupakan salah satu fasilitas sekaligus souvenir yang disediakan panitia untuk peserta seminar, undangan, pemateri dan moderator.
Dekan Fakultas Adab dan Ilmu Budaya, Dr. Hj. Siti Maryam,M.Ag dalam sambutanya menyampaikan terima kasih atas acara ini dan berharap acara seminar nasional ini juga turut memberikan kemajuan bagi Fakultas Adab dan Ilmu Budaya secara khusus. Dengan membaca basmalah dan membunyikan klotokan, yang diikuti seluruh peserta, beliau membuka seminar nasional ini.
Ibu Nor Edzan menyampaikan materi tentang Universiti Malaya secara lengkap. Dengan bahasa Melayu-nya ia mengatakan banyak hal tentang Universiti Malaya yang berada di peringkat ketiga se-Asia Tenggara dank e-32 se-Asia, juga tentang bagaimana pustakawan di Malaysia yang ternyata berbeda dengan di Indonesia.
Narasumber kedua Zulfikar menyampaikan banyak hal, salah satunya tentang pentingnya sertifikasi Pustakawan “Sertifikasi pustakawan itu memiliki fungsi untuk melindungi profesi, melindungi masyarakat dari malpraktik, wahana penjamin mutu, menjaga lembaga profesi dari keinginan internal dan tekanan eksternal serta untuk memperoleh tunjangan profesi” imbuhnya
Bapak Nurdin sebagai pembicara ketiga tampil membawakan materi tentang isu pragmatic kajian perpustakaan dalam mengahapi persaingan global masyarakat ekonomi ASEAN. SDM di Indonesia perlu dipersiapkan karena akan menghadapi AFTA 2015. Peprpustakaan adalah katalisator untuk hal tersebut tetapi termarginalkan perannya karena paragdigma positivistic masyarakat. “Tidak ada pengembangan pengetahuan tanpa adanya perpustakaan” begitulah salah satu pendapat beliau tentang perpustakaan. Lebih lanjut beliau juga menyampaikan tentang pergeseran paradigma yang diperlukan untuk merubah mindset. Yaitu konstruktivisme kritis yang akan menggantikan positivistik.
Dipenghujung acara ada pemberian kenang-kenangan dari pihak prodi IP kepada pemateri dan moderator. Berikutnya setelah ISHOMA dilanjutkan dengan acara Call for Paper.

http://adab.uin-suka.ac.id/index.php/page/berita/detail/38/seminar-nasional-lis-education

Minggu, 16 November 2014

wisata kuliner

JOGJAKARTA

6 Makanan Khas Jogja

Kali ini kami rekomendasikan 6 makanan khas jogja yang wajib anda cicipi ketika berkunjung ke kota Gudeg. Tidak seperti makanan sumatra, kebanyakan makanan di Yogyakarta adalah bercita rasa manis, namun justru disitulah letak ciri khasnya. Daftar makanan berikut kami sertakan berdasarkan pembelian yang berkali-kali dari tahun ke tahun oleh wisatawan karena kepopulerannya.
gudegGUDEG
Gudeg s Rasanya manis dan gurih, dan ada sedikit pedas bila dimakan dengan krecek, Biasanya terbuat dari nangka (kalau di Jogya dikenal dengan sayur gori) yang dimasak berjam-jam hingga berwarna coklat, dicampur dengan areh santan dan ditambah sayur krecek dengan lauknya suwiran (potongan) daging ayam atau telor bebek. Kalau pagi mudah ditemukan para penjual gudeg di sudut-sudut jalan untuk sarapan pagi. Tak jarang yang menjualnya bersama dengan bubur sayur krecek yang pedas.
bakpiaBAKPIA
Kue ini sering dibeli orang untuk oleh-oleh dari Jogja. Rasanya manis, dibuat dari adonan tepung yang diisi dengan kacang hijau, tetapi sekarang lebih bervariasi ada juga yang diisi keju atau coklat. Daerah yang terkenal bakpianya tentu saja Pathok yang biasa dikenal dengan bakpia Pathok, letaknya di sebelah barat Malioboro, atau di jalan KS. Tubun. Kami sarankan untuk membeli bakpia pathok 75, atau Bakpia Merlino yang rasanya dikenal paling enak.
geblekGEBLEK
Geblek adalah makanan yang banyak di jumpai di daerah Kulon Progo. Rasa makanan yang satu ini berbeda dengan lainnya karena rasanya gurih dan sedikit asin. Terbuat dari tepung singkong dan dibumbui. Makannya nikmat sewaktu hangat kalau sudah dingin agak kenyal. Geblek yang masih mentah punya kelebihan yaitu dapat bertahan sampai 4 hari. Kalau melebihi 4 hari, maka geblek siap digoreng ini akan mengeras, dan bila digoreng, rasanya pun tidak enak lagi.
geplak

Minggu, 12 Oktober 2014

fakultas adab dan ilmu budaya

Rabu, 24 September 2014 08:03:52 WIB
Kamis, 18 September 2014 Jurusan Ilmu Perpustakaan D3 mengadakan Kuliah Umum dengan tema “Tips-Tips Sukses di Dunia Perpustakaan”. Kuliah umum ini dilaksanakan di teatrikal Pusat Bahasa dengan mengundang 2 pembicara, yaitu Bpk. Sholihin, S. Ag., M. IP yang sekarang ini bekerja di UNS dan Bpk. Tarto A. Md yang keduanya merupakan alumni dari Jurusan Ilmu Perpustakaan D3. Dan kini telah sukses dengan mendapatkan banyak pengalaman kerja.
Sesuai dengan temanya, di kuliah umum para pembicara banyak memaparkan tips-tips untuk meraih kesuksesan di dunia perpustakaan. Beliau menyampaikan juga pengalaman-pengalaman pada masa kuliah dulu, pengalaman di lapangan kerja serta memberikan motivasi kepada para peserta agar mereka lebih semangat untuk mengembangkan diri dengan menjadi mahasiswa yang aktif dan kreatif serta menghargai ilmu dan pemberi ilmu itu sendiri.
Seperti yang dipaparkan oleh Pak Sholihin S. Ag., M. IP., terdapat tipe-tipe pembelajaran yang berbeda. Bila dari segi objek mahasiswa, bisa dilihat dari bagaimana perilaku mereka di kelas ketika menjalani perkuliahan, tentu berbeda-beda. Namun, seperti apa pun sikap atau tingkah laku mereka di kelas semua itu bukan suatu masalah asalkan mereka mampu mendengarkan apa yang dosen sampaikan dan memahaminya. Sedangkan kesimpulan dari pemaparan dari Pak Tarto, berfikir positif serta menjadi orang yang kreatif sangat bermanfaat bagi kita untuk menghadapi dunia pekerjaan karena hal itu seperti energi bagi diri kita untuk menjalani “uniknya” lapangan pekerjaan.
Para peserta yang terdiri dari mahasiswa semester satu, tiga dan lima ini merasa senang dengan apa yang telah disampaikan oleh para pembicara. Dalam kulum tersebut, banyak ilmu serta motivasi yang bisa didapat. Secara tidak langsung, hal itu bisa menumbuhkan rasa kepercayaan diri dan semangat baru bagi tiap-tiap mahasiswa untuk terus menuntut ilmu di jurusan yang masih banyak dipandang sebelah mata oleh orang lain.